Sabtu, 08 Mei 2010

berawal dari beramal


Sebagai seorang muslimah saya yakin bahwa setiap jiwa dibekali naluri positif dan naluri negatif,"faalhamaha fujuroha wataqwaha" dan jika kau menghedaki satu sisi lebih dominan maka kau harus memupuk kebiasaan yang mendekati sifat dari sisi tersebut. Katakanlah jika kau menghendaki sebuah "kenakalan kecil", mungkin karena bosan dengan rutinitas duniawi atau karena ingin coba-coba atau karena hal lain., mulailah kau dari hal yang kecil untuk memulai "kenakalan" tersebut. yang sedikit yang akan menjadi bukit...
Begitu pula saat kau menginginkan sebuah kedamaian, amat mungkin kau akan memulainya dengan memberikan kebaikan pada sesama. mulai dari yang sederhana, mulai dari yang sedikit..,
Ustadz Abdullah Gymnastiar mengatakan pada salah satu jargonnya mulai dari diri sendiri, mulai dari yang keci, mulai dari sekarang. Sederhana bukan? Tapi, kenyataannya? Silakan kau jawab hai nurani!
Jiwa yang menanti kedamaian akan senantiasa memupuk kebaikan bagi sesama, ya, memupuk kebaikan bagi sesama...atau sering kita sebut dengan beramal.,
Yakinlah kawanku, amal yang kita lakukan semata-mata karena mengharap ridlo Alloh pasti akan berbalik arah menuju diri kita sendiri...
Saat seseorang mengucapkan salam hanya Assalamu'alaykum dia tengah mendoakan akan keselamatan saudaranya dan Alloh membalasnya dengan 10 pahala, jika salam tersebut ditambahkan dengan warohmatullohi ditambahkan baginya 10 pahala dan jika dia mengucapkan salam dengan lengkap Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh maka baginya 30 pahala, subhanalloh dengan begitu detail dan adilnya Sang Maha Menghitung.,
Yakinlah kawanku dengan amal itu kau akan semakin bermanfaat bagi sesama, kau akan semakin banyak menabur kebaikan, dan mengucap salam adalah satu dari banyak amal yang acapkali kita remehkan padahal itu awal dari kedamaian yang akan tercipta...
namun harus kita tanamkan pula bahwa dengan amal kita tidak serta merta akan memasukkan kita ke syurga, karena keputusan masuk tidaknya kita pada golongan ahluljannah adalah hak prerogatif Alloh SWT, itu semata-mata karena rahmat dan ridlo Alloh. Semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang takabur dan ujub. Na'udzubillah!!
Kawanku, teruslah beramal,gemarlah beramal,
mari kita saling mengingatkan karena sungguh bisa jadi kesuksesan yang kita dapat adalah karena doa dari orang lain.
Seorang kawan pernah berkata padaku,
Seseorang yang istimewa bukan yang selalu di depan mata dan bukan juga yang senantiasa di sisi kita, tapi dia yang setia dan mengingat kita dalam setiap lantunan doanya...
Barokallohu fiikum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar