Senin, 06 Agustus 2012

Berita Latsar BSMI

Esok adalah tepat pekan ke-10 kegiatan Pelatihan Dasar (Latsar) Relawan 2012 yang diadakan oleh panitia BSMI Pusat. Kegiatan yang dilaksanakan tiap Sabtu dan dimulai pada tanggal 19 Mei 2012 ini merupakan Latsar angkatan kedua dengan jumlah peserta awal sebanyak ??? Latsar 2012 adalah kesempatan emas yang diberikan BSMI kepada masyarakat untuk menjadi relawan BSMI bersertifikat dan gratis. Panitia yang diketuai oleh Pak Syekh Abdul Qodir (inilah kepala sekolah Latsar 2012) hanya mengharapkan keistiqomahan juga komitmen peserta untuk mengikuti kegiatan ini selama sekitar 24 pertemuan. Kegiatan ini bertujuan membentuk relawan kemanusiaan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) yang berintegritas, profesional, dan mandiri, yang mengabdi dan melayani masyarakat, bangsa, dan negara. Pelatihan dasar ini dikemas dalam berbagai kegiatan yaitu ceramah, diskusi kelompok, seminar, praktek juga outbound. Peserta juga dibekali oleh banyak materi diantaranya Penguatan Karakter (motivasi, pengenalan Allah, Rasul, dan KitabNya, manajemen waktu), Pengembangan Wawasan (Pengetahuan Dasar Penyakit, Kesehatan Reproduksi, Psikologi Pemuda, Pencegahan Narkoba, dll), nilai dan filosofi BSMI, Pengenalan Program BSMI, Manajemen (Baksos, Khitan massal, Tanggap Bencana, Konflik Massal, Dapur Umum), Manajemen Jurnalistik, Publikasi dan Pelaporan Bencana, Strategi Penggalangan Dana untuk Bencana, Akuntabilitas, serta Praktek P3K, Resusitasi Jantung Paru, Perawatan Luka, serta Pembuatan Proposal. Lebih dari itu dalam kegiatan latsar, peserta dapat merasakan kehangatan keluarga besar BSMI yang telah menusantara bahkan mendunia. Pekan pertama bersama sahabat Latsar 2012 kami dibekali gambaran dan penjelasan mengenai BSMI secara umum dan kegiatan Latsar 2012 khususnya langsung dari para petinggi BSMI. Perkenalan dengan para peserta Latsar lainnya menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan mengingat kami berasal dari beragam background pendidikan maupun profesi. Dalam keberagaman tersebut kami saling melengkapi juga belajar bersama sembari merajut impian untuk dapat berderma lebih banyak untuk masyarakat. Hingga pekan ini kami telah mendapatkan berbagai ilmu dari pemateri yang kompeten dalam bidangnya. Mereka diantaranya pembina dan bendahara BSMI yakni dr. Basuki S, SpOT, FICS, MARS dan dr. Prita K, SpOG; Pak Amin Kuat sebagai orang yang mafhum dalam dunia sandi dan deteksi lokasi bencana juga korban, para dokter sekaligus relawan BSMI seperti dr. Jupriah; dr. Aronica; dr. Erick, SpAn; tidak ketinggalan peran serta mitra BSMI yang turut mengisi Latsar 2012. Pada pekan-pekan berikutnya kami mendapat materi komunikasi, solidaritas kelompok, Soft System Management (SSM), manajemen tenda, pengenalan dasar penyakit, pengenalan dasar obat-obatan serta Resusitasi Jantung dan Paru. Selain dengan konsep indoor, Latsar 2012 juga menggunakan konsep mabit, outbound, praktek lapangan serta seminar. Pada konsep outbound dan mabit selain mendapat materi seperti manajeman tenda dan tali temali, kami juga diajak untuk lebih mengenal Alloh, Rasul dan KitabNya serta belajar arti kedisplinan dan makna berjama’ah dalam kelompok. Selama 7 bulan pelaksanaan Latsar 2012 diagendakan ada tiga seminar nasional dengan tema besar mengenai Manajemen Bencana. Seminar nasional perdana telah terlaksana pada tanggal 7 Juli 2012 yang berlokasi di ruang auditorium gedung BNN. Seminar yang bertemakan Penaggulangan Bencana ini dihadiri oleh lebih dari 150 peserta dari berbagai instansi maupun universitas. Selain itu hadir pula berbagai media massa cetak maupun elektronik yang turut menunjukkan apresiasi positif terhadap adanya seminar nasional ini. Kepada pembaca kami ingatkan bahwa pekan depan saatnya seminar kedua yang in syaAlloh akan membahas mengenai Pembiayaan Bencana. Jangan lupa untuk mendaftarkan diri sahabat untuk mengikutinya karena acara ini mahal ilmunya tapi justru gratis dan bersertifikat. Sebagaimana harapan dari pak Kepsek kami, kami pun telah meneguhkan tekad kami dalam keistiqomahan untuk mengikuti Latsar 2012 ini hingga kelak kami akan berdiaspora ke seluruh penjuru nusantara yang tengah mengalami bencana maupun bantuan kemanusiaan sebagai relawan yang tangguh. Kami segenap peserta Latsar 2012 turut mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa, semoga Alloh menjadikan kita relawan Alloh yang selalu menebar kasih sayang kepada sesama dan kita dapat lulus sebagai predikat manusia yang bertaqwa. Aamiin.

Jumat, 28 Januari 2011

ummi wal abi

tidak dapat kugambarkan rindu dari dalam diri ini
hanya dapat kulafazkan aku merinduimu
Ayah ibu dari jauh ku mohon restu
Do'amu titian kejayaanku
Nasihat darimu ku ingat selalu
tersembat di kalbu...

Oh Tuhan...berkatilah ku dalam mencari ilmu,,
dengan ridloMu
moga kujejaki tempat yang dituju...

merenungi syair nasyid di atas, acapkali kita melupakan do'a mereka, melupakan sesuatu yang kita anggap remeh padahal penting.

Suatu hari ummi sms,
"Mba, piwe kabare? kok mpun pinten dinten ra nate sms?"

kaget...

ternyata kesibukan acap kali melalikan hal kecil yg mungkin sungguh berharga di hati orang yang kita sayangi. SMS. singkat saja, mungkin cukup berbasa-basi menanyakan kabar mereka yang di rumah adalah sebuah hal yang dirindukan oleh orang tua kita di rumah. Secuil hal yang sering kita, mungkin hanya saya. Pernah saya bertanya pada ummi. "mi, mang nek tika ra sms piwe?"
Jawabannya singkat, ummi cuma kangen dan pengen tau keadaan anaknya yang tengah di kota orang...

Sebuah hadits menyebutkan bahwa ridlo Alloh ada pada ridlo orang tua. Ya, bagaimanapun orang tua pasti tahu yang baik untuk kita. Diantara rasa kangen mereka, khawatir mereka pada kita terdapat do'a yang tak akan pernah henti. Begitu kata ummi suatu waktu.

Tak ada yang terlambat, pada para perantau di kota bahkan negeri orang...sudahkah kita menanyakan kabar orang tua kita pagi ini? sudahkah kita mendo'akan mereka pagi ini?walau hanya dengan sms...

Kamis, 24 Juni 2010

Tsiqohkah aku...

Sebuah pilihan yang penuh kontroversi...
Kuatkan tekadmu..demi kejayaan Islam wahai ikhwahfillah...
pilihan untuk menyatakan perubahan ke arah yang lebih baik terkadang tampak secara kasat mata merugikan. Inilah yang tengah terjadi pada barisan kita.

Para kader janganlah keder...jalan ini masih panjang, ketsiqohan dan keistiqomahan kita diuji saat ini.

Cobalah berpikir visioner. Pada kader yang malang, kader yang berpikir sempit, tidakkah kalian melihat bahwa ini akan menjadi gerbang indah menuju masyarakat madani yang Islami? Adakah kalian berpikir sejauh itu?

Para simpatisan yang patuh pada barisan...kembalilah merapat, percayalah tak kan terwujud cita kita tanpa persatuan. Mari kita beri teladan kepada yang belum paham. Mari kita sambut salam ukhuwah menuju kesejahteraan bangsa.

Cobalah berpikir realistis bukan praktis. Kita memiliki Dewan Syuro, para qiyadah kita. Percayalah mereka telah menyusun platform sebaik mungkin untuk keadilan dan kesejahteraan umat.

Pancang tekadmu jangan mudah mengeluh
Pastikan azzammu smakin meninggi
Kejayaan Islam bukan sekedar mimpi
Namun janji Alloh yang akan pasti!

Selasa, 11 Mei 2010

gerimis dan bintang

Gerimis dan bintang...dua sunatulloh itu sangat kusukai...
Gerimis...entah bagaimanapun...suaranya...sangat menyejukkan dan menenangkan...beradu dengan genting...mengalir sesuai kehendakNya...sungguh simphoni hidup dan kehidupan yang harmonis

belum lagi kala reda menjelang Ia hadirkan pelangi sebagai ungkapan perpisahan yang indah dengan gerimis-ku

Bintang...

ditengah gelapnya malam...berkemilau...

entah rasi apapun itu,,aku suka dan aku tidak pernah bosan memandangmu...

kehadiran keduanya yang tidak pernah bebarengan menjadikan keduanya saling mengisi warna hidupku...

gerimis membawaku pada muhasabah agung yang bertemakan alam...bertafakur dengan khusuk ditemani backsound yang tiada tandingannya

bintang...mungkin ini salah satu dampak namaku berartikan bintang...
kedua orang tuaku yang memberiku nama ini...kartika...bintang...
aku suka bintang,,,memberi semangat untuk menggapai cita dan cinta apalagi cinta yang hakiki...

CINTA ILLAHI
amiin

Sabtu, 08 Mei 2010

4 Mei 2010

Tanggal itu adalah hari pertamaku menjalani monitoring kualitas sensus penduduk 2010...listing dan wawancara bukanlah hal baru bagiku, setidaknya 17 hari pernah kulewati melakukan hal tersebut selama PKL di Sumatera Selatan.

4 Mei 2010 untuk kesekian kalinya aku bangga sebagai mahasiswi PTK ini...

4 Mei 2010 untuk pertama kalinya aku bertemu langsung dengan responden dari daerahku, Banyumas...

4 Mei 2010 yang memberikanku lebih dari sekedar pengalaman...


Selasa pagi sesuai dengan janjiku pada KSK kecamatan Sokaraja, aku mendatangi pertemuan koreksi silang PCL-Kortim di Madrasah Diniyah Kyai Amir. Kesan pertamaku S.T.A.N.D.A.R. tempat terbatas dan sederhana. Saking terbatas dan sederhananya, lokasi pertemuan PCL-Kortim se-Sokaraja dibagi dua. Tempat yang lain adalah di Balai Desa Sokaraja Kulon.


Kesan tersebut kurasakan tidak lebih dari 5 menit. Karena setelah memarkir sepeda motor, bapak KSK sekaligus Korlap mendekatiku dan mengajakku untuk masuk ke ruangan pertemuan. Ruangan tersebut adalah satu dari 4 ruang yang digunakan untuk rapat. Sedikit bocoran, satu ruangan diisi oleh PCL-Kortim dari 2-3 desa. Di sana aku dipersilakan untuk duduk di depan dan menjelaskan keperluanku di SP 2010 ini. Dihadapan sekian bapak-bapak dan ibu-ibu tersebut aku sempatkan untuk grogi (???) ya, mana ada persiapan kata-kata dan aku disuruh pidato?! Siapa aku (pikirku saat itu) pangkat masih 3 (kurang satu strip) udah berlagak pidato dihadapan Kortim2 yang udah berkali-kali makan asam garam sensus atau survei BPS. Phff...alhamdulillah rintangan pertama lancar. Setelah ber-ba-bi-bu dengan pak KSK, saya diberi kejutan lagi bahwa aku-pun harus mengisi di 3 ruangan yang lain.


"Monggo mbak Tika, sampun dipuntenggo kortim-kortim wonten ruangan lainnya. Oh nggih, mangke sekalian kepanggih kaliyan kortim teng Bale dusun kemawon. Mangke kulo ateraken.”


Eng...ing...eng...

Coba pas waktu itu aku bawa mp4ku, aku rekam dan aku putar pidato perdanaku di setiap ruang.


Kondisi pertama masih dalam kendali...


Dibalik grogi dan faktor-X lainnya, sambutan yang aku dapatkan sungguh membuatku terharu. Semangat dan persaudaraan itu sangat terasa dan menancap di hatiku.

Banyak pertanyaan terlontar dengan logat ngapak, rasa penasaran dan kekurangpahaman yang campur aduk menjadi sebuah adonan keluguan. Mulai dari pertanyaan asalnya mana mbak, bagaimana kalo terjadi kasus ini-itu, sampai pada obrolan cara pendaftaran STIS (Lho???). Bapak-bapak dan ibu-ibu itu sangat menyenangkan.


Saat itu aku berpikir, inikah berda’wah di masyarakat? Ah..pasti lebih menantang pada saatnya nanti,,



Dan perjalananku belum usai.................

berawal dari beramal


Sebagai seorang muslimah saya yakin bahwa setiap jiwa dibekali naluri positif dan naluri negatif,"faalhamaha fujuroha wataqwaha" dan jika kau menghedaki satu sisi lebih dominan maka kau harus memupuk kebiasaan yang mendekati sifat dari sisi tersebut. Katakanlah jika kau menghendaki sebuah "kenakalan kecil", mungkin karena bosan dengan rutinitas duniawi atau karena ingin coba-coba atau karena hal lain., mulailah kau dari hal yang kecil untuk memulai "kenakalan" tersebut. yang sedikit yang akan menjadi bukit...
Begitu pula saat kau menginginkan sebuah kedamaian, amat mungkin kau akan memulainya dengan memberikan kebaikan pada sesama. mulai dari yang sederhana, mulai dari yang sedikit..,
Ustadz Abdullah Gymnastiar mengatakan pada salah satu jargonnya mulai dari diri sendiri, mulai dari yang keci, mulai dari sekarang. Sederhana bukan? Tapi, kenyataannya? Silakan kau jawab hai nurani!
Jiwa yang menanti kedamaian akan senantiasa memupuk kebaikan bagi sesama, ya, memupuk kebaikan bagi sesama...atau sering kita sebut dengan beramal.,
Yakinlah kawanku, amal yang kita lakukan semata-mata karena mengharap ridlo Alloh pasti akan berbalik arah menuju diri kita sendiri...
Saat seseorang mengucapkan salam hanya Assalamu'alaykum dia tengah mendoakan akan keselamatan saudaranya dan Alloh membalasnya dengan 10 pahala, jika salam tersebut ditambahkan dengan warohmatullohi ditambahkan baginya 10 pahala dan jika dia mengucapkan salam dengan lengkap Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh maka baginya 30 pahala, subhanalloh dengan begitu detail dan adilnya Sang Maha Menghitung.,
Yakinlah kawanku dengan amal itu kau akan semakin bermanfaat bagi sesama, kau akan semakin banyak menabur kebaikan, dan mengucap salam adalah satu dari banyak amal yang acapkali kita remehkan padahal itu awal dari kedamaian yang akan tercipta...
namun harus kita tanamkan pula bahwa dengan amal kita tidak serta merta akan memasukkan kita ke syurga, karena keputusan masuk tidaknya kita pada golongan ahluljannah adalah hak prerogatif Alloh SWT, itu semata-mata karena rahmat dan ridlo Alloh. Semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang takabur dan ujub. Na'udzubillah!!
Kawanku, teruslah beramal,gemarlah beramal,
mari kita saling mengingatkan karena sungguh bisa jadi kesuksesan yang kita dapat adalah karena doa dari orang lain.
Seorang kawan pernah berkata padaku,
Seseorang yang istimewa bukan yang selalu di depan mata dan bukan juga yang senantiasa di sisi kita, tapi dia yang setia dan mengingat kita dalam setiap lantunan doanya...
Barokallohu fiikum

Kamis, 15 April 2010

Bismillah ku awali ini

Setelah terbenam dalam tempo yang lama,kini saya putuskan untuk keluar dari peraduan (lebay MODE:ON) semoga dengan niat suci untuk mengusir kesuntukan hidup.,saya resmikan lounching blog saya dengan melafadzkan basmallah...Bismillahirrohmanirrohiim...

Sebagai pemula pastinya saya akan banyak belajar dari sobat semua...

Menulis...aku kembali...

Assalamu'alaykum wr.wb