Selasa, 11 Mei 2010

gerimis dan bintang

Gerimis dan bintang...dua sunatulloh itu sangat kusukai...
Gerimis...entah bagaimanapun...suaranya...sangat menyejukkan dan menenangkan...beradu dengan genting...mengalir sesuai kehendakNya...sungguh simphoni hidup dan kehidupan yang harmonis

belum lagi kala reda menjelang Ia hadirkan pelangi sebagai ungkapan perpisahan yang indah dengan gerimis-ku

Bintang...

ditengah gelapnya malam...berkemilau...

entah rasi apapun itu,,aku suka dan aku tidak pernah bosan memandangmu...

kehadiran keduanya yang tidak pernah bebarengan menjadikan keduanya saling mengisi warna hidupku...

gerimis membawaku pada muhasabah agung yang bertemakan alam...bertafakur dengan khusuk ditemani backsound yang tiada tandingannya

bintang...mungkin ini salah satu dampak namaku berartikan bintang...
kedua orang tuaku yang memberiku nama ini...kartika...bintang...
aku suka bintang,,,memberi semangat untuk menggapai cita dan cinta apalagi cinta yang hakiki...

CINTA ILLAHI
amiin

Sabtu, 08 Mei 2010

4 Mei 2010

Tanggal itu adalah hari pertamaku menjalani monitoring kualitas sensus penduduk 2010...listing dan wawancara bukanlah hal baru bagiku, setidaknya 17 hari pernah kulewati melakukan hal tersebut selama PKL di Sumatera Selatan.

4 Mei 2010 untuk kesekian kalinya aku bangga sebagai mahasiswi PTK ini...

4 Mei 2010 untuk pertama kalinya aku bertemu langsung dengan responden dari daerahku, Banyumas...

4 Mei 2010 yang memberikanku lebih dari sekedar pengalaman...


Selasa pagi sesuai dengan janjiku pada KSK kecamatan Sokaraja, aku mendatangi pertemuan koreksi silang PCL-Kortim di Madrasah Diniyah Kyai Amir. Kesan pertamaku S.T.A.N.D.A.R. tempat terbatas dan sederhana. Saking terbatas dan sederhananya, lokasi pertemuan PCL-Kortim se-Sokaraja dibagi dua. Tempat yang lain adalah di Balai Desa Sokaraja Kulon.


Kesan tersebut kurasakan tidak lebih dari 5 menit. Karena setelah memarkir sepeda motor, bapak KSK sekaligus Korlap mendekatiku dan mengajakku untuk masuk ke ruangan pertemuan. Ruangan tersebut adalah satu dari 4 ruang yang digunakan untuk rapat. Sedikit bocoran, satu ruangan diisi oleh PCL-Kortim dari 2-3 desa. Di sana aku dipersilakan untuk duduk di depan dan menjelaskan keperluanku di SP 2010 ini. Dihadapan sekian bapak-bapak dan ibu-ibu tersebut aku sempatkan untuk grogi (???) ya, mana ada persiapan kata-kata dan aku disuruh pidato?! Siapa aku (pikirku saat itu) pangkat masih 3 (kurang satu strip) udah berlagak pidato dihadapan Kortim2 yang udah berkali-kali makan asam garam sensus atau survei BPS. Phff...alhamdulillah rintangan pertama lancar. Setelah ber-ba-bi-bu dengan pak KSK, saya diberi kejutan lagi bahwa aku-pun harus mengisi di 3 ruangan yang lain.


"Monggo mbak Tika, sampun dipuntenggo kortim-kortim wonten ruangan lainnya. Oh nggih, mangke sekalian kepanggih kaliyan kortim teng Bale dusun kemawon. Mangke kulo ateraken.”


Eng...ing...eng...

Coba pas waktu itu aku bawa mp4ku, aku rekam dan aku putar pidato perdanaku di setiap ruang.


Kondisi pertama masih dalam kendali...


Dibalik grogi dan faktor-X lainnya, sambutan yang aku dapatkan sungguh membuatku terharu. Semangat dan persaudaraan itu sangat terasa dan menancap di hatiku.

Banyak pertanyaan terlontar dengan logat ngapak, rasa penasaran dan kekurangpahaman yang campur aduk menjadi sebuah adonan keluguan. Mulai dari pertanyaan asalnya mana mbak, bagaimana kalo terjadi kasus ini-itu, sampai pada obrolan cara pendaftaran STIS (Lho???). Bapak-bapak dan ibu-ibu itu sangat menyenangkan.


Saat itu aku berpikir, inikah berda’wah di masyarakat? Ah..pasti lebih menantang pada saatnya nanti,,



Dan perjalananku belum usai.................

berawal dari beramal


Sebagai seorang muslimah saya yakin bahwa setiap jiwa dibekali naluri positif dan naluri negatif,"faalhamaha fujuroha wataqwaha" dan jika kau menghedaki satu sisi lebih dominan maka kau harus memupuk kebiasaan yang mendekati sifat dari sisi tersebut. Katakanlah jika kau menghendaki sebuah "kenakalan kecil", mungkin karena bosan dengan rutinitas duniawi atau karena ingin coba-coba atau karena hal lain., mulailah kau dari hal yang kecil untuk memulai "kenakalan" tersebut. yang sedikit yang akan menjadi bukit...
Begitu pula saat kau menginginkan sebuah kedamaian, amat mungkin kau akan memulainya dengan memberikan kebaikan pada sesama. mulai dari yang sederhana, mulai dari yang sedikit..,
Ustadz Abdullah Gymnastiar mengatakan pada salah satu jargonnya mulai dari diri sendiri, mulai dari yang keci, mulai dari sekarang. Sederhana bukan? Tapi, kenyataannya? Silakan kau jawab hai nurani!
Jiwa yang menanti kedamaian akan senantiasa memupuk kebaikan bagi sesama, ya, memupuk kebaikan bagi sesama...atau sering kita sebut dengan beramal.,
Yakinlah kawanku, amal yang kita lakukan semata-mata karena mengharap ridlo Alloh pasti akan berbalik arah menuju diri kita sendiri...
Saat seseorang mengucapkan salam hanya Assalamu'alaykum dia tengah mendoakan akan keselamatan saudaranya dan Alloh membalasnya dengan 10 pahala, jika salam tersebut ditambahkan dengan warohmatullohi ditambahkan baginya 10 pahala dan jika dia mengucapkan salam dengan lengkap Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh maka baginya 30 pahala, subhanalloh dengan begitu detail dan adilnya Sang Maha Menghitung.,
Yakinlah kawanku dengan amal itu kau akan semakin bermanfaat bagi sesama, kau akan semakin banyak menabur kebaikan, dan mengucap salam adalah satu dari banyak amal yang acapkali kita remehkan padahal itu awal dari kedamaian yang akan tercipta...
namun harus kita tanamkan pula bahwa dengan amal kita tidak serta merta akan memasukkan kita ke syurga, karena keputusan masuk tidaknya kita pada golongan ahluljannah adalah hak prerogatif Alloh SWT, itu semata-mata karena rahmat dan ridlo Alloh. Semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang takabur dan ujub. Na'udzubillah!!
Kawanku, teruslah beramal,gemarlah beramal,
mari kita saling mengingatkan karena sungguh bisa jadi kesuksesan yang kita dapat adalah karena doa dari orang lain.
Seorang kawan pernah berkata padaku,
Seseorang yang istimewa bukan yang selalu di depan mata dan bukan juga yang senantiasa di sisi kita, tapi dia yang setia dan mengingat kita dalam setiap lantunan doanya...
Barokallohu fiikum